Untuk pertama kali, kucium keningnya.. hangat..

Teruntuk bungaku yang kini sedang merekah di taman dakwah. Mekarlah terus, sayang. Tebarkan wangimu pada semesta.

Seguk ini tak mampu kutahan lagi, seperti luka tapi bukan luka. Namun rasanya sangat perih, terlalu menganga. Memborbardir sendi-sendi hati yang telah mendung, menghitam. Qur’an surat Al-Imron ayat 200 mengakhiri tilawah sore ini sekaligus menjadi pembuka dalam diskusi keluarga.

Yaa Alloh, rumit sekali perasaan ini..

Dalam asharku, kuharap pertemuan ini akan memperjelas jalan kami (aku, dia, dan mereka). Suaranya meski sayup tetap terdengar jelas, terpantul di dinding-dinding  berwarna kuning diruangan mini itu. Degup jantungku pun mulai melemah, melemah seusai kalimatnya berhenti dengan tanda tanya. Satu, dua, tiga, dan empat.. aku mulai membuka mulut. Kami berdiskusi. Panjang. Bahkan sangat panjang!

Aku tahu, ini tak kan merubah keputusan siapapun! Ini sudah menjadi pilihan masing-masing!

Biarlah..

Biarlah ku tepis sungai ini dengan istighfar, biarlah sarafku merajut tuk memikirkan hal ini, evaluasi singkat menghakimi diriku.

Alloh,

Alloh,

Alloh,

Sungguh aku sangat ingin menangis..

Aku merasa gagal, meski sudah ku akui aku gagal

Sore ini terasa begitu romantis, terasa jelas sejelas akan tenggelamnya matahari di ufuk barat. Berakhir dengan permohonan maaf dan saling mendoakan.  

Robithoh kali ini pun terasa berbeda, nikmat sekali saat ia dibacakan.. terlantun syahdu menggema menyungkil hati-hati yang terikat atas perjanjian dengan Tuhan. Kami ISLAM!

Kami Islam!

Kami terpisah!

Kami memilih!

Tetap saja indah, walau sakit terasa. Perih pun ikut meramaikan perasaanku sore ini.

Kau pemberani dik, aku merasa tak gagal..!

Biarlah..

Ini jalanmu..

Begitupun aku, ini jalanku..

Berjalanlah.. kepakanlah sayapmu selebar kau mampu..

Kau jabat tanganku, kau memelukku..

Entah perasaan apa ini, tapi lagi.. aku tak mampu.. tak ingin melepasmu..

Robithoh soreku kali ini khusus untukmu dik, semoga Alloh mengikatkan kita pada tali dengan simpul yang sama..

Ketikapun tidak, semoga kita bertemu di surgaNya kelak dengan amal kebaikan yang kita bawa.

Perbedaan itu selalu indah meski menyakitkan

Dan untuk pertama kalinya..

Kucium keningmu.. hangat

“Yaa Alloh sesungguhnya Engkau Maha mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul atas dasar kecintaan padaMu, bersua atas dasar ketaatan padaMu, bersatu dalam rangka menyeru di jalanMu, dan berjanji setia untuk membela syariatMu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, yaa Alloh abadikanlah kasih sayangna, tunjukanlah jalan-jalannya, dan penuhilah ia dengan cahayaMu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepadaMu, hidupkanlah ia dengan pengenalan padaMu, dan matikanlah ia dalam keadaan syahid di jalanMu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong”

 penggalan14062012