inikah perasaan sebagai seorang kaderisasi?

tahukah kalian dari awal ku buat kalian nyaman dengan wajiha (organisasi)  ini
ku ingin kalian jadi penerus generasi setelah kelengseranku yang tinggal beberapa waktu lagi
kubina kalian..
kuturuti mau kalian..
kucoba membuat kalian benar-benar percaya pada yang aku sampaikan..
ini benar kawan!
tentang aqidah kita! tentang akhlak kita! tentang muamalah kita!
setahun berjalan, menemani kalian difase-fase mentoring kampus..
menyenangkan..!

alangkah terkejutnya aku!
ketika satu diantara kalian yang paling kuandalkan menusukku dekat!
perlahan, namun menghujamkan pisau yang berkarat
membuat ku mati dan ingin menyerah rasanya
ketika kader yang sudah kupersiapkan harus kalian rampas dari genggamanku!

kalian memutar kembali fikrohnya (fikiannya) untuk menentangku
kalian merampasnya dariku!

AKU MARAH!

aku akan pertahankan!
aku merangkulnya, dan kenapa dia enggan menerima rangkulanku?

sudah tak sama katanya. kita berbeda ceritanya
masing-masing saja!

yaa Rajaku yang maha pengasih..
sakit nian perasaan ini..
kenapa sesama penyeru dijalanMu, tapi harus saling sikut?

bukankah yang kami sampaikan sama?
sama-sama mengarahkan ke jalanMu?
tapi kenapa perasaan ini sangat sakit? ketika kaderku dirampas oleh mereka
mereka sesama penyeru di jalanMu?

kenapa mereka merampas kader yang sudah kupersiapkan dengan matang untuk menggantikanku?

semangatku semakin terpacu!
baiklah, kali ini aku boleh “kecolongan”
tapi akan kuganti dengan kader yang lebih banyak lagi
akan kuganti dengan kader yang lebih tsiqoh lagi
akan kujadikan mereka menjadi kader yang militan!

tak kan kubiarkan mereka merampasnya lagi! tidak akan!

perasaanku, perasaan seorang kaderisasi..

terima baktiku Yaa Robb..