Hari Kematian atau Hari Kebangkitan?
yang jelas hari ini hari senin, 14 mei 2012. hari ini saya kuliah sebagaimana mestinya. kuliah bioreaksi untuk seminar mengenai liver and digestion. yaa Tuhan, betapa cenat cenutnya kepala saya beberapa pekan ini dengan key word liver and digestion, puncaknya adalah tadi malam yang mau tak mau harus saya selesaikan karena hari ini kemungkinan saya tampil 100%. dan benar saya, saya mendapat jatah seminar urutan ke-6 hari ini. masyaAlloh..

Hari ini bisa jadi hari kematian, kematian karena skak di “pateni” sama Pak Dos yang suki (super killer), gak killer sih tapi “ndregdegi”. macam mana pula jika nasip saya seperti teman-teman yang lain, ekstrim..! diancam tidak akan mendapat nilai B, di “takoni” (tanyai) dengan hal-hal yang sebetulnya berkaitan dan mudah dijawab, tapi karena kami selalu “ndregdeg” yaa lali maneh teori sing wis disinaui tadi malem. hahha..

inilah syndrome bioreaksi!😀
kali ini menyerang saya habis-habisan, meningkatkan nafsu makan saya (terlalu menguras fikiran), sampai terbawa mimpi dan rasanya tidurpun tak nyenyak. semenit dua menit selalu terbangun, ohh masing jam setengah 3, oh masih jam 4, oh baru subuh, padahal hanya tinggal beberapa jam lagi saya akan merasakan sensasi panas dinginnnya meja seminar.

saya awali hari ini dengan berkholwat bersamaNya, saya adukan kegelisahan saya akan seminar yang angker ini, saya jelaskan keresahan dan kesulitan-kesulitan saya, detail! yaa Alloh, baikanlah hari ini, mampukanlah saya menyampaikan materi ini dengan baik agar kawan-kawan yang memperhatikannya mengerti, lindungilah saya dari segala aib-aib saya, dari segala kelakuan bodoh saya, lindungi saya yaa Robb. saya pasrah, saya optimist!
sejenak mungkin agak lebay doa itu, tapi itulah yang saya minta pada Robb saya. saya detailkan ketakutan-ketakutan dan keinginan-keinginan ini, Alloh memang maha tahu, tapi apa salahnya saya beritahu lagi Alloh tentang harapan-harapan saya.

ternyata hari ini hari kebangkitan kawan!
saya maju, dengan tegap formasi senyum 227, siap, apapun yang akan terjadi saya siap! saya akan menjelaskan semampu saya! sepemahaman saya! saya kan jawab setiap pertanyaan dengan maksimal, saya akan melakukannya dengan maksimal! bismillah, saya maju, dan bertutur salam dan memulai menjelaskan slide demi slide yang sudah saya buat semalam suntuk dengan ratusan kali pengeditan.
“… urea akan dieksresikan. terima kasih” saya ingat betul kalimat terakhir dari presentasi tersebut. menandakan gencatan senjata akan dimulai. saya sudah siap dengan serangan-seangan dari Pak Dos tersebut.
“baiklah, bagaimana apa ada yang ditanyakan?” Pak Dos mulai membuka sesi berikutnya.
“*************” suasana kelas hening.
“coba mbak, tolong ke slide no 1” senjata dari Pak Dos mulai digerakan rupanya.
“baik Pak” jawab saya singkat dan masih dengan tangan yang bergetar saya arahkan ke slide nomor 1.
“judulnya liver and digestion, mbak ini mengambil contoh perombakan asam amino di liver dan bla..bla..bla..”
dengan khidmat saya mendengarkan dan menuliskan point-point yang saya anggap penting dengan saksama.
“baiklah, apa ada yang dipertanyakan untuk materi ini?” kata Pak Dos
wajah saya langsung mengangkat seperti bunga matahari yang sedang mengarah pada matahari😀
“kalau sudah, ganti dengan yang berikutnya” Pak Dos itu mengakhiri seminar saya.
wow, menakjubkan senjata yang menakutkan untuk semua mahasiswanya kemana? kenapa tidak keluar disaat saya seminar? kenapa wajahnya dengan manis tersnyum pada saya. masyaAlloh, ini menyenangkan!😀
tidak ada pertanyaan apapun untuk saya, tidak ada sanggahan sedikitpun😀, belaiau hanya menambahakan beberapa point yang memang saya belum menguasainya. subhanalloh, semuanya selesai. seminar saya selesai tanpa ada gencatan senjata tersebut, padahal teman-teman sebelum saya hampir habis dibantai oleh senjata-senjata itu. alhamdulillah. thanks Alloh.

mungkindari sini bisa saya tawarkan tips-tips biar gak Nervous ala aldehida chemist😀

  1. Remember Alloh, dan pasrah tentu setelah bersaha semaksimal mungkin
  2. Katakanlah/ceritakanlah dengan detail ketakutan-ketakutan anda pada Alloh
  3. Ketika anda dipanggil untuk giliran, Bangunlah dengan tegap! Bangun selayak seperti anda mengetahui segala yang akan anda sampaikan
  4. Tersenyum.. senyum ini efektif untuk meredam “ndregdeg”
  5. Katakan bismillah, niatkan untuk kebaikan (everything)
  6. and then BEGIN! MULAI! PELAN_PELAN SAJA!😀

demikianlah semoga bermanfaat, karena apapun aktifitasnya jika karena Alloh, selalu indah!🙂
selamat mencoba!

dan dosen itu bernama Pak Neran😀 (my dos so cool, so sweet, so handsome, so smart, and so so lainnya), luph u fillah Pak Ne😀