PERCOBAAN 1

LOGAM – LOGAM ALKALI

I.       Tujuan Percobaan

Mempelajari teknik pemurnian NaCl dan karakterisasi kristalnya.

II.    Metodologi Percobaan

2.1 Alat dan Bahan

2.1.1 Alat

  • Gelas piala 250 dan 100 mL
  • Gelas Erlenmeyer 100 mL
  • Corong panjang
  • Pipa bengkok
  • Selang
  • Corong pemisah
  • Botol
  • Kertas saring
  • Cawan porselin
  • Pengaduk
  • Seperangkat pemanas Bunsen
  • Neraca analitik

2.1.2 Bahan

  • NaCl kasar
  • Larutan H2SO4 pekat
  • Aquades
  • Na2CO3

2.2 Skema kerja

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

IV.          Pembahasan

Senyawa Natrium klorida yang dikenal sebagai garam dapur merupakan zat yang memiliki tingkat osmotik yang tinggi. Kemampuan tingkat osmotik yang tinggi ini apabila NaCl yang terlarut didalam air maka air tersebut akan mempunyai nilai atau tingkat konsentrasi yang tinggi, yang dapat mengimbibisi kandungan air (konsentrasi rendah). Kelarutan senyawa ionic NaCl dalam molekul air dapat terjadi karena terbentuknya interaksi ion-dipol antara senyawa ion dengan molekul air. Jika interaksi ion dipole lebih kuat daripada jumlah gaya tarik antar ion dan gaya antar molekul air, maka proses pelarutan akan dapat berlangsung.SenyawaNaCl merupakan padatan ionik yang tersusun atas ion-ionberlawanan muatan yang saling tarik menarik.

Percobaan logam-logam alkali ini bertujuan untuk mempelajari teknik pemurnian NaCldan karakterisasi kristalnya. Percobaan pertama adalah pemurnian NaCl yang menggunakan metode rekristalisasi. Metode rekristalisasi adalah metode untuk  memurnikan padatan-padatan organik yang mempunyai kecenderungan membentuk kisi-kisi kristal melalui penggabungan molekul-molekul yang ukuran, bentuk dan gaya-gaya ikatannya sama. Prinsip rekristalisasi didasarkan pada perbedaan daya larut padatan yang akan dimurnikan dengan pengotornya dalam suatu pelarut tertentu. Jika terjadi penurunan temperatur maka suatu padatan menjadi kurang larut didalam suatu pelarut tertentu. Keadaan ideal hasil kristal yang dikehendaki adalah dapat memisah dari pengotornya yang tetap larut di dalam pelarutnya. Adapun langkah-langkah umum yang biasa dilakukan dalam proses rekristalisasi adalah sebagai beriku :

          Melarutkan padatan kedalam pelarut yang mendidih.

          Jika perlu ditambahkan karbon aktif untuk menyerap pengotor.

          Menyaring larutan dalam keadaan panas.

          Mendinginkan larutan panas untuk membentuk kristal.

          Memisahkan kristal dari pelarut dengan penyaringan dan memcuci kristal dengan pelarut baru untuk penyempurnaan pemisahan pengotor.

          Mengeringkan dengan evaporasi.

Tahap pemurnian NaCl dilakukan dengan membuat larutan lewat jenuh NaCl. Pembuatan larutan tersebut bertujuan agar dapat terjadi endapan (kristal) ketika dilakukan proses pemanasan. Proses pemurnian ini dilakukan secara sederhana dengan merangkai alat seperti pada skema. Fenomena yang terjadi ketika larutan garam lewat jenuh dipanaskan dan di tetesi sedikit demi sedikit H2SO4 pekat melealui corong pemisah adalah didalam erlenmeyer terdapat gelembung-gelembung busa, dan gas yang terbentuk dialirkan melalui selang dan ditahan dalam corong diatas permukaan larutan jenuh NaCl. Pemanasan ini dilakukan sampai tidak terbentuk kristal lagi. Gas yang mengalir pada selang merupakan gas HCl yang terbentuk dari reaksi antara NaCl dengan H2SO4 pekat. Adapun reaksi kimia yang terjadi adalah sebagai berikut :

Gambar

                        Gas HCl yang dialirkan ke dalam larutan jenuh NaCl bereaksi dengan larutan jenuh NaCl membentuk kristal. Ion Na+ dari larutan jenuh bereaksi dengan ion Cl dari gas HCl membentuk garam NaCl dalam bentuk kristal berwarna putih. Adapun reaksi kimia tersebut adalah sebagai berikut :

Gambar

Ion Na+(g) pada larutan jenuh NaCl bereaksi dengan ion Cl(aq) dari gas HCl yang dialirkan, sehingga hanya tinggal larutan yang berisi ion Cl(l) dan H+(aq) yang tersisa dalam larutan jenuh NaCl.

Kristal garam NaCl yang terbentuk kemudian disaring, dan dipanaskan dengan cawan porselin untuk mendapatkan kristal yang kering. Kemudian kristal tersebut ditimabng. Berat kristal yang didapatkan sebesar 53,626gram. Berat % rendemen kristal NaCl 53, 626%. Kemurnian Kristal NaCl yang terbentuk dapat di uji dengan menggunakan uji titik lelehnya, untuk mengetahui berapa besarnya suhu yang akan merubah zat padat murni (kristal NaCl) menjadi cairan. Hasil yang di peroleh kemudian dibandingkan dengan literatur.

Percobaan berikutnya adalah pembuatan garam meja dengan memberi perlakuan yang berbeda pada larutan garam dapur jenuh. Perlakuan pertama pada cawan porselin 1, hasil saring larutan garam dapur jenuh tanpa penambahan larutan Na2CO3, dan perlakuan dua pada cawan porselin 2 dengan memeberi tambahan larutan Na2CO3 secukupnya. Kemudian dipanaskan selama 15 menit sampai membentuk kristal berwarna putih. Pada cawan porselin 1 kristal yang terbentuk berwarna putih kekuningan, sedangkan pada cawan prselin 2 yang ditambahkan larutan Na2CO3 kristal berwarna putih bersih dan lebih halus. Penambahan Na2CO3 berfungsi untuk mengikat zat-zat pengotor yang ada dalam larutan jenuh garam dapur sehingga kristal yang didapatkan lebih bersih dan halus. Zat-zat pengotor tersebut terikat dengan pelarut (Na2CO3) sehingga tersuspensi dan dapat dipisahkan melalui penyaringan .

V.          Kesimpulan

       Hasil dari pembahasan diatas dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1.      Metode yang digunakan pada tahap pemurnian NaCl adalah metode rekristalisasi. Didasarkan pada perbedaan daya larut padatan yang akan dimurnikan dengan pengotornya dalam suatu pelarut tertentu.

2.      Berat kristal yang diperoleh 53,626 gram. Berat % rendemen kristal NaCl 53, 626%.

3.      Penambahan Na2CO3 berfungsi untuk mengikat zat-zat pengotor yang ada dalam larutan jenuh garam dapur sehingga kristal yang didapatkan pada cawan porselin 2 lebih bersih dan halus.

Pertanyaan:

  1. Berdasarkan prinsip apa terbentuknya kristal NaCl?
  2. Bagaimana cara menguji kemurnian kristal NaCl yang terbentuk?
  3. Senyawa apa saja yang terdapat pada garam dapur kasar?
  4. Jelaskan fenomena yang terjadi pada kedua garam meja yang dapat diamati.
  5. Mengapa HCl yang ditambahkan pada pemurnian NaCl berwujud gas dan tidak berwujud larutan?GambarGambar

catatan : yang butuh daftar pustaka bisa menghubungi ke email atau comment dibawahnya😀