Bismillah.. ahad, 29 April 2012, 19:29 waktu Jember

Sore ini saya melakukan hal yang sama persis saya lakukan  hampir sekitar setahun yang lalu, hanya saja beda objek. Jika kemarin yang saya hadapi adalah anak-anak kecil yang polos, sekarang saya menghadapi anak-anak mahasiswa yang setara dengan saya. saya melihat perbedaan ini sangat jelas, perlakuan yang diberikan sama tapi karakter mereka berbeda.

Anak kecil (anak asuh) saya, ketika saya berikan permen atau es krim mereka sangat kelojotan gembira tak hingga. kegembiraannya mereka apresikan dengan ketotalitasan. mereka tidak canggung berucap “terima kasih” dengan senyum yang melebar membelah sungai-sungai dibibir mereka. mereka terkadang karena sangat senangnya harus berterima kasih sambil berlari, memeluk, dan mendaratkan ciuman manis beraroma ketulusan. itu sangat saya rasakan, saya pernah dipeluk, dicium, ditubruk, bahkan ditangisi hanya sekadar mereka ingin mengekpresikan rasa terima kasihnya. malah pernah kejadian, saya menghadapi satu anak yang luar biasa, setiap saya nentorin untuk belajar bersama dengan anak asuh lainnya, dia adalah menjadi anak pertama yang membangkang, yang keras menolak semuanya. dia yang selalu manjat pohon dan tidak pernah mau bergabung dengan teman-teman yang lainnya. suaranya tidak pernah saya dengar selain deheman yang menadakan dia menolak ajakan-ajakana saya. pokoknya dia anak aneh yang pernah saya kenal. akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama ketika saya datang dengan membawa es krim dan saya panggil dia sebagai kehormatan untuk yang pertama yang memilih rasa es krim tersebut. diluar dugaan, sontak setelah memilih es krim tersebut dia melingkarkan tangannya dipinggang saya (ngagalendot istilah sundanya), dia luluh, dia berbicara dengan saya, dia bilang “terima kasih kakak, kakak cantik. boleh aku nambah es krim lagi?.”

ooh Tuhan, apakah sekarang juga sedang krisis perasaan syukur dari makhluk-Mu yang bernama manusia? sehingga mereka sangat enggan mengucapkan syukur itu? mereka malu untuk berterima kasih pada sesamanya yang padahal telah menjadi media rizki dari-Mu. oh oh oh.. terlebih orang dewasa, Tuhan.., orang-orang yang sudah lama mengenal-Mu dibanding adik-adik kecilku yang berusia 7 tahunan. Mengapa mereka enggan tuk berterima kasih pada sesamanya? padaha dengan berterima kasih akan semakin menambahkan kenikmatannya?

Tuhanku, jadikanlah aku dan orang-orang mu’min menjadi orang-orang yang ahli bersyukur kepada-Mu.

berterima kasihlah,.. katakan itu pada orang-orang yang kau kenal kawands.. buat mereka senang denga ucapan terima kasihmu🙂.. salam terima kasih🙂