sabtu malam ini 28-04-2012 ditemani dengan sejumput sebal, kesal, rasanya benar-banar ingin meledak.

Ingin ikut Indonesia Mengajar.
saya optimis sekali, bahkan saya sudah merubah rencana hidup selama 5 tahun kedepan ini. saya ingin jadi Pengajar Muda, saya ingin merasakan sensasi mentarbiyah (mendidik) ditempat terpencil disemak-semak Indonesia. saya menggeser prioritas pertama saya ketika saya masih belum mengenal Indonesia Mengajar. saya menggeser prioritas untuk menikah sebelum lulus kuliah yang selama ini sudah saya pertahankan mati-matian. dilema sangat tentunya, tapi inilah pilihan. saya pikir, menikah dan mendidik sama-sama urgent sifatnya. tapi perkenakanlah sebelum saya menikah, saya ingin belajar mendidik sebagai media pelatihan untuk saya kedepannya. saya haus pengalaman, terlebih hal yang paling menggiurkan dari Indonesia Mengajar adalah ditempatkan ditempat pelosok. saya suka itu. lama saya memipikan berada ditempat-tempat terpencil itu. entahlah saya mampu atau tidak untuk mewujudkan yang satu ini.

saya suka anak-anak.. senyum merak.. indah dan selalu mengindahkan hati saya yang menikmati pelangi bibirnya. masih saja saya ingat, salah satu target saya selama kuliah adalah dapat menjadi ibu untuk anak-anak di Indonesia, Terlebih menjadi Ibu untuk seluruh anak-anak di Dunia. itulah mimpi saya. menjadi Ibu untuk mereka, anak-anak ku🙂

saya pernah merasakan menjadi Ibu, Ibu guru tepatnya ketika saya ngelesi di LBB atau ketika ngajar Privat dari rumah kerumah😀. saya masih ingat, kedua anak-anak saya yang buandel sekali kalau-kalau disuruh hafalan Al-Quran sebelum memulai kegiatan belajar. ahh tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan.

kali ini tentang ciutnya nyali saya untuk mengikuti Indonesia Mengajar 2014 nanti, memang masih lama, tapi saya coba persiapkan segalanya dari sekarang. mulai dari persiapan materi-materi yang akan saya sampaikan sampai pada apa saja yang akan saya lakukan disana. bismillah.. semoga Alloh memampukan saya.
tapi nyali saya menciut, bukan.. bukan karena saya merasa IPK saya yang mini nominalnya. bukan juga karena pengalaman organisasi saya yang cuma seuprit, bukan karena persyaratan yang harus saya isi diform tersebut. tapi karena saya merasa ini akan sangat sulit terlebih saya sendiri disana, dengan membawa misi yang super big! apakah saya mampu memanggulnya? sendiri? bukan hanya pendidikan formal saja yang ingin saya bawa kesana, yang ingin saya “berusaha” meratakannya didaerah terpencil tersebut, tapi juga misi saya untuk mentarbiyah (mendidik) anak-anak itu dengan ilmu agama. saya khawatir, alah-alah anank-anak itu menjadi pintar, kelak menjadi orang sukses tapi mereka lupa, atau mungkin mereka tidak mengenal siapa Tuhan yang sudah memberi kehidupan yang layak untuk mereka dan sekitarnya. saya tidak ingin itu terjadi!

saya ingin generasi ini punya MindSet yang baru tentang dunia,. saya ingin menunjukan betapa luasnya dunia ini, betapa banyak jenis dari dunia ini : dunia hewan, dunia tumbuhan, dan mungkin dunia lain😀
ahh.. bukan itu juga maksud saya, saya hanya ingin mengenalkan siapa pemiliki dunia dan kehidupan ini🙂. mereka harus jadi generasi yang terbaik! menjadi pahlawan-pahlawan WOW yang kelak bisa diandalkan oleh dunia ini. setidaknya inilah upaya saya untuk dapat mengajak sebanyak mungkin orang-orang masuk surga dari sang maha Pemilik yang memiliki surga seluas langit dan bumi. bayangkan saja, surganya seluas langit dan bumi!
emen-eman, kalau yang masuk surganya hanya sekumprit  orang. meski saya tahu meski dengan upaya seperti ini  tidak akan menjamin saya masuk surga juga. tapi inilah peluang. semakin banyak kita mengocok dadu, semakin banyak juga peluang angka kita  yang akan keluar.

yaa Alloh, kuatkanlah saya dengan cita-cita saya ini. mampukanlah saya! mudahkanlah! baikanlah! Ridhoilah!