saya ingin menulis, menceritakan apa yang saya rasakan tanpa dilebih-lebihkan, tanpa di kurang-kurangi. saya ingin menulis sesuai yang saya rasakan. tapi apakah saya mampu menulis dengan jujur?? sejujur kejadian yang saya alami?? ketikapun tidak, saya ingin ini menjadi awal saya untuk menceritakan, menuliskan dengan sejujur-jujurnya apa yang sedang saya rasakan dan yang sedang saya alami. saya belajar terbuka,. meski bukan pada manusia langsung. saya merasa lega menuliskan ini disini. ini akan menjadi catatan hidup saya. saya hanya ingin berbagi🙂. tak didengarkan pun tak apa, tak dihiraukan pun tak masalah,. saya ingin, kelak saya akan tersenyum ketika membaca lagi tulisan ini (merasakan kembali sensasi saat kejadian yang saya alami waktu itu).

semalam (malam jumat, 02 juni 2011) seperti biasa, saya browsing-browsing, chatting, dan tentunya merutinkan untuk mengisi diary di blog ini🙂. saat buka facebook langsung diajak ngobrol sama mbak intan (siapa dia?? lain waktu saya ceritakan). tiba-tiba dia menanyakan kabar hubungan saya dan bang cah (bang cah?? nanti saya ceritakan juga). shock. kaget. tersentak. pertanyaan itu benar-benar membuat kalang kabut hati saya. rasa tak percaya bahwa nama itu akan saya ingat lagi. tak sengaja saya mengingatnya. tapi sudah kadung ingat, dan ini mengganggu buat saya. mudah ingat dan sulit untuk lupa dengan nama itu. hingga sore ini pun ketika saya menuliskan diary ini, hati ini tak bisa diajak damai untuk tidak mengingatnya, untuk tidak lagi “me-rindu-kan-nya”. sulit, sulit… sulit!! bang cah, kembali kenangan itu seperti susunan puzzle, mulai tertata kembali, mulai menumbuhkan “harapan” lagi, mulai meminta lagi pada Alloh untuk mempertemukan dengannya😦. benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaan ini😦.

mbak intan : nie, kamu jadi sama cah tha??

me : gak. kenapa mbak intan nanya kek begitu?? emang mbak masih suka chat sama dia tha??

mbak intan : ya gak apa-apa. aneh aja liat status kamu. aku fikir kamu udah sama cah.

me : gak kuq mbak. dulu aku malah pernah chat sama tunangannya bang cah (padahal ketika mengetik ini hati saya hancur, tapi sudah terbiasa)

mbak intan : (off line).

yaa Tuhan, kenapa harus ingat dengan nama itu lagi?? ini membangkitkan semangat saya untuk terus berusaha mencarinya (lagi?). baru beberapa bulan ini saya berusaha sekuat keringat saya agar tak mengalir untuk mencarinya. tapi kenapa??? Tuhan…… :((

bersambung…