Latest Entries »

Bahasan ini mungkin sudah tidak jaman lagi, tapi faktanya keadaan ini masih sering dijumpai para “aktivis” di kampus.  Banyak mahasiswa yang aktif membangun citra kampusnya melalui organisasi-organisasi intra maupun ekstra yang harus menunda langkahnya untuk lulus tepat waktu. Berbagai alasan pun mulai mengudara, memaksa tuk mengaamiinkan ketidaktepat waktu lulus kuliahnya. Padahal ketika menjadi Maba (mahasiswa baru) semangat menggelora dirasakan. Tidak sedikit mahasiswa yang sudah dengan cekatan menuliskan plan-nya selama kuliah. Harus dapet beasiswa lah. Lulus cumloud. Aktiv diorganisasi. Usia sekian lulus, bekerja, menikah, dan embel-embel yang mungkin saat ini hanya tinggal kenangan dan goresan tinta saja.

Beranjak pada fakta, plan yang sudah tertulis rapi berwarnakan tinta merah jambu (boleh warna apa saja) itupun poin demi poinnya gugur! IPK semester pertama membuat pupus harapan memanggul beasiswa, hanya 2 koma dibawah koma 5 (misal). Macam mana pula, sudah kuliah jauh-jauh, ibu bapak sampai jual sawah, sudah bilang sama mereka kalau nanti pasti dapet beasiswa, alah alah kenyataannya “dug” berasa jatuh dari lantai 5. Tidak terlalu sakit, tapi agak membekas. Sakit. Menginjak semester 2, mulai ‘nakal’ memilah-milah kegiatan kampus, dibujuk dirayu kakak tingkat/teman-teman yang sudah aktif di organisasi tersebut. Itung-itung cari pengalaman sekaligus mencari tempat pelampiasan patah hati akibat IPK yang pas-pas-an. Awalnya iseng, lama-kelamaan ternyata kehidupan diorganisasi lebih membuat terbuai dibanding duduk-duduk bersandar dikampus mendengarkan kuliah dosen. Lupa, ternyata poin-poin itu pun mulai gugur, aktif diorganisasi, memang. Tapi lagi, setelah evaluasi IPKnya pas-pas-an lagi. Begitu seterusnya hingga akhirnya mahasiswa itupun bangun dan tersadar bahwa dirinya sudah ada diambang batas😀. disemester-semester akhir, disaat teman-teman seangkatannya mulai sibuk mencari judul bahan skripsi. Dia sadar, bahwa plan-nya dulu yang dia buat dengan amat cantik dan yakin kini harus tercoret-coret. Tercoret-coret bukan karena berhasil menempuhnya seperti apa yang ditargetkan, tercoret karena sebaliknya. Mungkin saja gagal. Gagal.

Tapi sudahlah, nasi sudah menjadi tape. Terlanjur. Rasanya sudah beda. Eitss.. tapi jangan salah, tape pun enak rasanya bagi yang doyan😀.  insyaAlloh meskipun sudah berbeda wujud dan rasa, tapi tetap sama-sama mengenyangkan.

Laa Tahzan! Jangan Bersedih!
sadar atau tidak, kalian adalah pejuang! Kalian yang terpilih ikut menggerakan roda-roda perbaikan peradaban! Organisasi kali ini saya khususkan untuk mereka yang aktif di organisasi-organisasi kerohanian di kampusnya. Semua organisasi baik menurut saya, jika organisasi itu memiliki kepedulian terhadap masa depan dunia. Tapi ijinkan saya tuk memilih organisasi kerohanian islam. Sepakat? Yes!

Sekali lagi, sadar atau tidak kalian memang manusia-manusia terpilih untuk zuhud terhadap kehidupan dunia ini. Gak percaya? Sebenarnya gambaran diatas sudah membuktikan betapa kalian sudah zuhud dalam mengatasi dunia ini. Bagaimana tidak, dikelas kalian rela di puji-puji sok alim, munafik karena tidak menghalalkan menyontek, wara-wiri mengantar proposal kesana-kemari, dan imbasnya IPK kalian pun ikut terjun berbarengan dengan semakin tumbuhnya keidealismean kalian. Parahnya, yang semakin membuat kalian di kategorikan orang “bodoh” adalah ketika sikap kalian yang nyantai-nyantai saja mendapat hasil IPK pas-pas-an, dimarahin dosen wali bahkan diancam DO di evaluasi akhir semester.

Mereka tidak tahu! Bagaimana sakitnya perasaan kalian saat menerima kenyataan sudah dengan titik darah penghabisan belajar ditambah belajar mati-matian, hasil yang didapat tetap tidak sesuai harapan. Betapa kecewanya kalian, betapa membucahnya ketakutan kalian saat harus mengabari orang tua. Uniknya dari kalian, kalian hanya yakin Robb sang Maha pemberi hidup tidak tertidur, Dia melihat betul kerja keras, doa dan ketawakalan kalian. Tapi Dia punya rencana lain, yang jauh lebih indah karena Dia tahu apa yang terbaik untuk kehidupan kalian dan masa depan kalian kelak. Meski terkadang perasaan futur (lemah hati) kalian juga ikut menggugat ketetapanNya. Mungkin beberapa diantara kalian pernah ada yang menggugat “Yaa Alloh, kenapa begini? Bukankah Kau berjanji dalam kalamMu bahwa Kau akan membantu dan mengokohkan kedudukan hamba yang menolong agamaMu? Kenapa begini yaa Alloh?”😀.

Sudahlah, jangan menggugat Alloh yang tidak-tidak lagi. Yakin saja bahwa akan ada masa yang jauh lebih baik dan berkah dikehidupan kalian nanti. Jangan kotori keyakinan kalian dengan hal-hal yang melemahkannya. Percaya saja. Toh tidak ada yang sia-sia jika kalian berbisnis dengan Alloh.

Percayalah, kalian yang saat ini mungkin sedang dilema karena khawatir dengan urusan kuliahnya beristigfarlah! Mohon agar hati ini dimudahkan untuk memahami hikmah yang tersembunyi. Saya pun disini, ikut mendoakan agar kalian para pejuang masa depan pembangun peradaban dunia, kalianlah pejuang tanpa nama, tanpa gelar! Semoga Alloh senantiasa membimbing hati-hati ini untuk selalu menjadi hambaNya yang ahli dalam mensyukuri segala pemberianNya. Semoga surga Firdaus lah yang akan menjadi tempat berkumpulnya, bertetangga dengan Rosululloh. Dan semoga cepat selasai amanah kuliahnya, agar bias lebih konsen dengan amanah dakwahnya dimasyarakat.. Aamiin..😀.

Saya yakin, tidak semua mahasiswa aktivis bernasib seperti penggambaran diatas, tapi itulah yang saya jumpai. Sekaligus untuk mengingatkan dan menghibur diri yang kadung terlena dengan organisasi dakwah kampusnya. Semoga sayapun, terpilih menjadi sosok Zuhud versi tulisan ini😀. resah dan gelisah itu yang saya rasakan saat ini karena sepertinya tanpa sengaja saya mengalami syndrome atau bahkan nasib yang sama.

Ingin menjadi mahasiswa Idealis, tapi  mahal harganya!

 

Untuk pertama kali, kucium keningnya.. hangat..

Teruntuk bungaku yang kini sedang merekah di taman dakwah. Mekarlah terus, sayang. Tebarkan wangimu pada semesta.

View full article »

Oh Tuhan…
ini nyata, kulihat dengan mata kepalaku sendiri
melihat mereka membunuh kawan-kawanku (kami) 
mereka memutus penyambung nyawa kawan-kawanku (kami)

Oh Tuhanku yang Maha Kaya
jika Kau  maha kaya mengapa Kau tak menjadikan kami mampu?
mampu merasakan kekayaan seperti yang mereka rasakan

lihatlah Tuhan
anak-anak negeri ini
Indonesiaku!
lihatlah!

sebagian dari mereka harus jahat untuk dapat bertahan hidup di BumiMu
bukankah Kau Maha Kaya?
mengapa Kau biarkan mereka mengotori bumiMu dengan dosa atas kejahatannya?
dan sebagian ada yang bangga, bertitelkan pendidikan melipat harta rakyat negeri ini
mengapa Kau biarkan mereka mengotori bumiMu dengan dosa atas kejahatannya?
ini terjadi di bumiMu, Tuhan!
di bumiMu!

dan kali ini hanya untuk mereka para koruptor!
kali ini saja, ijinkan aku mengutuk mereka (koruptor)
mengutuk manusia yang berpendidikan namun tidak terdidik!

K O R U P T O R !
berdasikan pengkhianatan! berjaskan kemunafikan!
pembunuh dingin yang licin bak belut, sukanya berkelit! 
pembunuh kami, rakyat negeri ini
membunuh kami dengan kata-kata manisnya
membunuh kami dengan kepintarannya
membunuh kami dengan sejuta alasan yang tak kami mengerti!

mereka ingin kaya! punya uang , mobil, blackberry, rumah triliunan rupiah, hektaran tanah, investasi usaha!
KAMI JUGA! KAMI INGIN KAYA!

perkenankan doa kami, Tuhan..
para Pak Koruptor, Bu Koruptor..
anda ingin kaya? KAMI JUGA!
kalian membunuh kami supaya kalian bisa kaya,
apakah kami harus membbnuh kalian supaya kami bisa kaya seperti kalian juga?

tapi, kami masih punya iman! masih ada pelita kecil dihati kami!
Tuhan masih membersamai kami
haruskah kami membunuh kalian?

biarlah, kali ini, dibumi Tuhan..
kami tukar hak hidup layak kami dengan tuba atas pembunuhan kalian terhadap kami!
biarkan kami tukar kehidupan kami saat ini, dengan kehidupan kalian dimasa yang akan datang

bairlah kami menyaksikan wajah pucat basi kalian saat hari perhitungan tiba,
biarlah..
berbuat semau kalian saja!
kami tak peduli!
kami sudah cukup bersahabat dengan kemiskinan ini!
kami terbiasa dengan kesederhanaan ini!
kami biasa!

oh Tuhan, untuk makhlukMu
si Koruptor itu
berikanlah hati yang baru, jika memang hati mereka yang dulu telah mati
berikanlah mata yang baru, jika memang mata mereka yang dulu telah buta
sayangilah mereka, seperti Kau menyayangi kami..
aamiin..

“Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak mau merubahnya sendiri” 

Saya minta yang terbaik pada Tuhan..

Saya, saat ini mungkin sedang dalam posisi antara menikmati dan antara menyesali. Tapi saya coba mengerti keadaan ini, apapun yang saya terima hasil dari usaha saya yang menurut saya sudah “mati-matian” adalah yang terbaik yang Tuhan berikan untuk saya. Sulit nian untuk mengerti keadaan ini, ditengah-tengah suara orang-orang yang mengharapkan kita tapi kita tak mampu memberikan yang mereka harapkan! Saya tidak bisa merefleksikan harapan mereka pada diri saya.

Saya minta yang terbaik pada Tuhan..

Saya hibur diri saya sendiri..
Saya tetap berusaha tersenyum, dan sepertinya tidak terjadi apa-apa dengan hati saya..
Saya selalu baik (berusaha untuk tetap dalam keadaan baik)..
Saya yakinkan pada mereka, jika saya MAMPU!
dan Saya tetap menjadi Saya, Saya seperti biasanya!

Tapi oh Tuhan,..
Sayapun merasa tak kuasa menerima perasaa “kecewa” ini sendiri
Jujur saja, saya merasa tertekan dengan harapa-harapan mereka

Saya minta yang terbaik pada Tuhan..

Dalam doa saya, selalu minta yang terbaik dari pemberianMu
dan apakah perasaan “kecewa” ini juga hal terbaik dariMu?
dan apakah keadaan ini hal terbaik yang Kau berikan untuk ku?

Maybe Yes! Maybe No!

Apapun JawabanMu Tuhan..
Tolong mampukan aku untuk mengerti, mudahkan aku mengambil hikmah dari setiap apa yang aku terima
Mampukan aku, Tuhan!
Mampukan aku untuk tetap berprasangka baik padaMu..

Dekatlah padaku, Tuhan..
Jangan menjauh.. (atau aku yang malah menjauh dari rahmatMu?)
Baikkanlah semuanya..

ohh Tuhan, hanya padaMu tempatku berharap dan tempatku memohon pertolongan!
Tolonglah aku..
Tolong..

#rabu,30-mei-2012.Jember-Asrama-GP-Danau-Toba.TRSKP

inikah perasaan sebagai seorang kaderisasi?

tahukah kalian dari awal ku buat kalian nyaman dengan wajiha (organisasi)  ini
ku ingin kalian jadi penerus generasi setelah kelengseranku yang tinggal beberapa waktu lagi
kubina kalian..
kuturuti mau kalian..
kucoba membuat kalian benar-benar percaya pada yang aku sampaikan..
ini benar kawan!
tentang aqidah kita! tentang akhlak kita! tentang muamalah kita!
setahun berjalan, menemani kalian difase-fase mentoring kampus..
menyenangkan..!

alangkah terkejutnya aku!
ketika satu diantara kalian yang paling kuandalkan menusukku dekat!
perlahan, namun menghujamkan pisau yang berkarat
membuat ku mati dan ingin menyerah rasanya
ketika kader yang sudah kupersiapkan harus kalian rampas dari genggamanku!

kalian memutar kembali fikrohnya (fikiannya) untuk menentangku
kalian merampasnya dariku!

AKU MARAH!

aku akan pertahankan!
aku merangkulnya, dan kenapa dia enggan menerima rangkulanku?

sudah tak sama katanya. kita berbeda ceritanya
masing-masing saja!

yaa Rajaku yang maha pengasih..
sakit nian perasaan ini..
kenapa sesama penyeru dijalanMu, tapi harus saling sikut?

bukankah yang kami sampaikan sama?
sama-sama mengarahkan ke jalanMu?
tapi kenapa perasaan ini sangat sakit? ketika kaderku dirampas oleh mereka
mereka sesama penyeru di jalanMu?

kenapa mereka merampas kader yang sudah kupersiapkan dengan matang untuk menggantikanku?

semangatku semakin terpacu!
baiklah, kali ini aku boleh “kecolongan”
tapi akan kuganti dengan kader yang lebih banyak lagi
akan kuganti dengan kader yang lebih tsiqoh lagi
akan kujadikan mereka menjadi kader yang militan!

tak kan kubiarkan mereka merampasnya lagi! tidak akan!

perasaanku, perasaan seorang kaderisasi..

terima baktiku Yaa Robb.. 

%d blogger menyukai ini: